Tatang Aphit, Tahu Gejrot dan Studi Keperawatan di Unas

Tatang Aphit Waluyo
Tatang Aphit Waluyo
Tatang Aphit Waluyo
Tatang Aphit Waluyo

Cara bicaranya penuh percaya diri. Ramah. Optimis. Seorang pengusaha muda yang mampu menjadikan makanan khas di daerahnya, menjadi makanan berkelas di ibukota. Tahu gejrot, namanya.

Sekilas, tak terlihat Tatang Aphit Waluyo masih berstatus mahasiswa aktif. Ya, Aphit –begitu biasa dipanggil– adalah mahasiswa aktif di program S-1, Studi Keperawatan Universitas Nasional.

Di tengah keseriusannya menjalani perkuliahan dan studi Ilmu Keperawatan di Unas, Aphit juga “berjuang” di studi yang lain. Tepatnya, studi kewirausahaan dalam arti yang sebenarnya.

Aphit, di luar perkuliahan, saat ini mengembangkan usah kuliner. Dia memiliki 20 karyawan, dan berhasil menjadikan salah satu makanan khas Cirebon, yaitu Tahu Gejrot, menjadi makanan berkelas yang diminati banyak orang di Jakarta.

Aphit, memang berasal dari Cirebon. Ketika bercerita tentang perjalanan awalnya ke Jakarta, terlihat ada kebahagiaan dan kepuasan tersendiri di dalam dirinya.

“Saya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Bukan dari ekonomi mapan,” katanya berkisah.

Ada pengalaman hidup yang sangat berarti bagi Aphit ketika di Cirebon. “Dulu, saat bapak saya masih ada, beliau terus sakit-sakitan. Itu berlangsung selama 15 tahun. Semenjak itu, saya ingin mengobatinya sendiri. Kenapa? Karena tidak ada biaya,” katanya.

Inilah yang kemudian membuat Aphit, pada tahun 2016, ke Jakarta. “Akhirnya saya berusaha, hingga bisa masuk di universitas Nasional dengan mengambil jurusan Kesehatan,” lanjut aphit.

Tatang Aphit Waluyo
Tatang Aphit Waluyo

Aphit masuk Unas pada tahun 2018. Dua tahun, dia memulai usaha sebagai tukang tahu gejrot. “Saya datang ke Jakarta dengan cita cita menjadi orang yang kaya. Kaya ilmu, kaya jiwa dan raga. Saya terus memotivasi diri saya, bahwa keyakinan itu akan membuat usaha kita, akan tercapai pada waktunya,” katanya.

Benar. Aphit yang memulai usaha dari tukang tahu gejrot, kini sudah memiliki pabrik sendiri. Ia benar-benar merintis kariernya mulai dari nol, hingga menjadi pengusaha muda.

Karena itulah, Aphit mengajak rekan-rekan dan siapa saja, agar selalu yakin, bahwa usaha yang kita lakukan akan sampai pada waktunya. Sebuah pelajaran tentang kehidupan, yang telah dibuktikan sendiri oleh Tatang Aphit Waluyo.(*)