Hadirkan Guru Besar FEB UI, Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Unas Kaji Fintech Peer To Peer 

Program Studi Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional (Unas) memperkenalkan fintech Peer to Peer (P2P) Lending kepada mahasiswa. Kegiatan dilakukan melalui webinar, dengan paparan materi oleh Guru Besar FEB Universitas Indonesia, Prof. Dr. Irwan Adi Eka Putra, M.M.

Kegiatan dilaksanakan Senin (13/12/2021). Dalam paparannya, Prof. Dr. Irwan Adi Eka Putra, M.M mengatakan, perkembangan teknologi saat ini tidak hanya mengakibatkan kemajuan pada gaya hidup masyarakat, tetapi juga perubahan sektor keuangan. Salah satu ialah pertumbuhan fintech P2P lending yang memudahkan masyarakat mengirim dan meminjam uang secara online tanpa harus datang ke bank.

“P2P lending saat ini semakin berkembang pesat dan mudah diakses oleh masyarakat. Biasanya, teknologi ini digunakan bagi yang mereka yang sulit mendapatkan pinjaman dana bagi pelaku UMKM untuk modal pengembangan bisnis, ” ujarnya.

Irwan menuturkan, P2P lending secara resmi merupakan layanan pinjam meminjam uang dalam secara langsung antara lender sebagai pemberi pinjaman, dan borrower sebagai penerima pinjaman dengan berbasis teknologi, yang juga disebut Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI).

“P2P lending ini juga dapat dijadikan investasi dan memiliki beberapa keuntungan seperti return yang cenderung tinggi, serta akses yang praktis, mudah, dan berkualitas. Namun, masyarakat juga perlu hati-hati dalam memilih P2P lending sebagai tujuan investasi atau meminjam. Pasalnya, banyak yang tak berizin atau ilegal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Irwan mengatakan, P2P lending yang legal dan terpercaya ialah yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), diantaranya ialah danamas, investree, amartha, uang teman, asetku, modalku, koinworks, dan lain-lain. Meskipun sudah memilih P2P lending yang terdaftar di OJK, Irwan berpesan bahwa masyarakat tetap harus memperhatikan risiko yang dihadapi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Maswadi Rauf. M.A., mengatakan, P2P lending menjadi isu yang tengah hangat di Indonesia, dan merupakan dampak dari berkembangnya teknologi dan informasi. Dengan diadakannya webinar ini, ia berharap mahasiswa manajemen Unas bisa memahami penggunaan P2P lending tersebut dengan baik dan tepat.

“Semoga melalui webinar ini, mahasiswa bisa paham mengenai cara memilih P2P lending yang tepat, cara menganalisis dan melihat keuntungan serta risiko dari aplikasi tersebut, serta bisa mengambil manfaat dari perkembangan teknologi ini. Mudah-mudahan webinar seperti ini dapat terus dilanjutkan dengan membahas perkembangan-perkembangan lainnya,” tegasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Manajemen Unas, Dr. Andini Nurwulandari, S.E., M.M., sebagai moderator, serta diikuti oleh mahasiswa sekolah pascasarjana Unas, juga masyarakat umum. (NIS)