Fakta Seputar Vaksin Covid-19 di Ruang Ilmiah Himpunan Mahasiswa Keperawatan Unas 

ruang ilmiah himakep unas
ruang ilmiah himakep unas

Himpunan Mahasiswa Keperawatan (Himakep) Universitas Nasional menggelar kegiatan Ruang Ilmiah (Rumah) “Diskusi“. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fikes Unas. Tiga isu penting dibahas dan dikaji: soal jumlah kasus yang meningkat, berita soal mutasi VUI-202012/01 atau B117 dan vaksin.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Januari 2021 mulai pukul 13.00 melalui aplikasi Zoom Meeting. Tema yang diangkat adalah Fakta Seputar Vaksin Covid-19. Hadir sebagai narasumber, Ns. Yogaditya Riza Aswar, S.Kep, alumni Fikes Unas yang selama 11 bulan ini menjadi relawan Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta. Diskusi dimoderatori oleh Dwi Agustia Puteri lestari.

Dalam pemaparannya, Ns. Yogaditya Riza Aswar, S.Kep mengungkapkan bahwa peningkatan kasus Covid-19 saat ini sudah sekitar 7.000-an penambahan per hari. Ini bisa jadi karena dampak libur panjang akhir tahun. “Memang harus dianalisis mendalam tentang angka kepositifan (positivity rate), di mana kita sudah pernah melewati angka 20%,” katanya.

Angka kepositifan ini, menurutnya, menggambarkan betapa beratnya situasi epidemiologis yang ada. Tentu hal ini harus diantisipasi kesiapan fasilitas pelayan kesehatan. “Bukan hanya ruangannya tetapi juga sumber daya manusia dan alat serta obatnya,” kata Ns. Yogaditya.

Untuk saat ini Covid-19 sudah anniversary di Indonesia. Karena itu, sudah saatnya vaksin Covid-19 diberikan kepada masyarakat Indonesia. Terutama karena semakin resahnya masyarakat Indonesia akibat angka terinfeksi yang terus bertambah.

Pemerintah sendiri, menurut Ns. Yogaditya, tidak tinggal diam atas penaikkan angka kasus terinfeksi positif Covid-19. “Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari menetapkan PSBB sampai menetapkan Gerakan 3-M sebagai protocol kesehatan dan agar masyarakat dapat tetap beraktivitas memenuhi kebutuhan pribadinya,” katanya.

Terkait dengan isue soal vaksin, pemerintah telah menerbitkan SK Menteri Kesehatan No HK.01.07/Menkes/9860/2020 yang menetapkan enam jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan di Indonesia, yaitu yang diproduksi oleh PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, serta Sinovac Biotech Ltd. “Tentu akan ada banyak pertimbangan dalam penentuan jenis mana yang akan dipakai,” katanya.

Vaksinasi tahap pertama akan diprioritaskan untuk 1,6 juta tenaga kesehatan. Vaksinasi tahap pertama ini ditargetkan rampung di Febuari 2021. Vaksinasi terhadap 181 juta rakyat Indonesia akan selesai dalam kurun waktu 15 bulan. Namun, Presiden Joko Widodo memberikan tantangan agar vaksinasi diselesaikan lebih cepat dalam waktu 12 bulan.

Dalam dialog antara narasumber dan peserta, muncul pertanyaan tentang sosialisasi vaksinasi. Hal ini terkait dengan situasi pada awal 2021 awal ini, masih terjadi kesimpang-siuran soal vaksinasi. Peserta dialog menilai, semestinya pemerintah mlakukan edukasi mengenai vaksin tersebut agar tidak beredar ‘berita bohong’ atau berita tidak akurat dikalangan masyarakat.

Terkait dengan hal ini, Ns. Yogaditya Riza Aswar, S.Kep mengatakan bahwa sosialisasi sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah melalui media sosial, televisi, bahkan website Kementerian Kesehatan sendiri sudah ada sosialisasi mengenai vaksin. “Mungkin temen-temen di sini sudah pernah liat informasi vaksin dari berbagai media sosial atau berita tv. Hanya saja, kalau sosialisasi secara langsung memang tidak dilakukan oleh fasilitas kesehatan seperti puskesmas, karena tidak semua puskesmas menjadi rujukan vaksinasi. Jadi nanti dipilih untuk fasilitas pelayanan kesehatannya sendiri. Berdasarkan informasi yang tadi pagi saya dapatkan lewat sosialisasi vaksin melalui zoom tadi pagi, saya bisa pastikan vaksin itu memang sudah ada,” kata Ns. Yogaditya.

Dalam kesempatan tersebut, Ns. Yogaditya Riza Aswar, S.Kep juga mengatakan, vaksin kemungkinan akan diprioritaskan kepada tenaga kesehatan. “Seperti yang kita ketahui bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dari melawan Covid-19 ini. Maka dari itu pemerintah menyarankan untuk vaksin diberikan pertamkali kepada tenaga kesehatan,” katanya.(*)